
Pengembangan Usaha Ekonomi
Disamping sebagai sarana belajar mengelola sebuah usaha, program Pengembangan Usaha Ekonomi juga bertujuan menjawab kebutuhan ekonomi baik anak maupun Sanggar. Kegiatan Usaha Ekonomi yang mencakup berbagai jenis keterampilan bukan hanya dikelola oleh anak, tetapi juga sudah merupakan usaha milik anak-anak. Modal Pengembangan Usaha Ekonomi berasal dari tabungan anak-anak. Kegiatan Pengembangan Usaha Ekonomi mencakup;
• Pengembangan teknik desain grafis
• Pengembangan teknik cetak/sablon manual
• Pengembangan usaha kertas daur ulang dengan berbagai kerajinan variannya
• Budi daya ikan lele
• Membuka kios koran dan majalah
Publikasi Hasil Karya Anak
Program publikasi dipilih sebagai bentuk lanjutan dari proses ekplorasi kegiatan belajar anak-anak. Bentuk-bentuk program publikasi sekaligus dirancang sebagai ruang ekspresi kreatif dan media pertanggungjawaban kepada publik atas perkembangan proses belajar anak-anak. Penyelenggaraan program tersebut berlangsung setiap tahun.
Program Berkala Tujuan
Penerbitan Buku karya anak Ekspresi, Komunikasi dan pengembangan relasi
Penyiaran Radio anak Ekspresi,Komunikasi dan pengembangan relasi
Rekaman musik-lagu anak Ekspresi, Komunikasi dan pengembangan relasi
Pembuatan Filem dokumen Ekspresi, Komunikasi dan pengembangan relasi
Produksi Pementasan Opera anak Ekspresi, Komunikasi dan pengembangan relasi
Pameran Hasil Karya Seni Rupa Apresiasi Karya-Karya seni dan pengembangan relasi
Apresiasi Seni – Budaya
Program apresisasi merupakan kegiatan integratif dengan program kegiatan belajar di kelas (kuliah) atau workshop yang diselenggarakan secara rutin. Untuk program apresiasi yang mengambil bentuk pertunjukan dan workshop diselenggarakan untuk umum, tidak hanya untuk komunitas Sanggar akar. Hampir secara rutin dalam dua tahun terakhir program tersebut diselenggarakan setiap akhir bulan.
Program Berkala Tujuan
Pertunjukan dan workshop kesenian Pengembangan pengetahuan, skill dan kreativitas
Pelatihan penyiaran radio anak Pengembangan pengetahuan,skill dan kreativitas
Diskusi dan pemutaran filem Pengembangan pengetahuan
Penggalian tradisi
Field trip
Penelitian
Seminar/diskusi
Penerbitan hasil penelitian Ambil bagian dalam usaha menjaga warisan sosial-budaya
Peserta
Anak-anak yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan integratif di Sanggar adalah anak-anak miskin kota yang biasa disebut Anak kampung. Secara umum anak yang terlibat di Sanggar dapat diklasifikasi ke dalam tiga kelompok umur.
Di bawah 10 tahun (usia pra SD/MI s/dSD/MI)
Antara 10 tahun – 15 tahun (usia SD/MI s/d SMP/MTS)
Antara 13 tahun – 18 tahun (usia SMP/MTS s/d SMA/ Madrasah Aliyah)
Dinamika Kegiatan (Pelaksanaan Program)
Di tingkat Komunitas Basis
Komunitas Basis adalah anak-anak anggota Sanggar yang tinggal/berada bersama dalam suatu kelompok di suatu lokasi/pemukiman yang sama.
Kegiatan di basis pada dasarnya sama dengan kegiatan yang diselenggarakan di Komunitas Sanggar.
Di tingkat komunitas Sanggar
• Keterlibatan anak dalam kepengurusan (tanggungjawab) berbagai bidang kerja dan harian rumah tangga. Kegiatan kelas atau kuliah yang diselenggarakan bersama dengan dosen.
• Pelatihan atau workshop untuk bidang-bidang yang dibutuhkan. Bersama dengan orang-orang yang ahli di bidangnya.
• Pelaksanaan latihan rutin untuk bidang-bidang keterampilan.
• Dinamika kelompok bermain yang ditujukan untuk anak-anak usia antara SD sampai SMP.
Di tingkat Publik
Kegiatan dilaksanakan melalui penyelenggaraan event berkala (bulanan, tahunan) yang bisa melibatkan sebanyak mungkin anggota masyarakat maupun kelompk-kelompok anak.
Disamping itu publik juga diposisikan sebagai konsumen dari produk/karya creative maupun sebagai masyarakat yang memutuhkan informasi tentang dunia anak
K-BAK menjalin kerja sama dengan LSM lain, instansi pemerintah dan fanding dengan prinsip kesederajatan,fairness dan independen.
Mendukung terlaksananya visi dan misi lembaga serta pencapaian tujuan jangka panjang.
Bersikap oposisi terhadap ketidakadilan,diskriminasi,penindasan dan eksploitasi oleh siapapun
Selengkapnya...
Kamis, 30 Juli 2009
KEGIATAN-KEGIATAN
PRIORITAS PROGRAM KOMUNITAS BACA ANAK KAMPUNG
Program yang ada merupakan bagian dari keseluruhan model pendidikan Integratif yang diselenggarakan.KOMUNITAS BACA ANAK KAMPUNG.Pilihan kegiatan direncanakan bersama antara Pengurus Harian dan Dewan Koordinasi Anak dengan pertimbangan dari Lingkaran Kawan .Antara kegiatan satu dengan lainnya saling menentukan Program berikut di bawah ini dipilih sebagai kegiatan prioritas karena beberapa alasan. Pertama, program tersebut dibutuhkan sebagai bentuk lanjutan dan sekaligus bagian dari proses eksplorasi yang diselanggarakan melalui program-program rutin harian seperti workshop, dinamika kelompok belajar dan kuliah (kegiatan kelas).
1. Keterampilan Berorganisasi
Setiap anak rata-rata di atas usia 12 tahun berhak masuk menjadi anggota Dewan koordinasi Anak (Dekan). Dekan adalah forum suara anak yang terdiri dari beberapa bidang (unit) kerja. Setiap anak sesuai dengan pilihan dan pertimbangan bersama terlibat aktif dalam kepengurusan bidang kerja. Dekan masuk dalam struktur organisasi Sanggar dengan demikian Dekan memiliki kewenangan untuk mengajukan usulan, memberikan koreksi atas kinerja baik Pengurus Harian maupun Dekan sendiri.
Dekan memiliki hak dan kewenangan tertentu dalam mengembangkan bidang kerjanya masing-masing. Bidang Kerja Dekan mencakup:
*. Sekretariat
*. Data & Penerbitan
*. Keterampilan (Handicraft)
*. Penyiaran Radio
*. Pengembangan Usaha Ekonomi
*. Teater
*. Musik
*. Perpustakaan
*. Lingkungan Hidup
*. Rumah Tangga
2. Kegiatan Kelas
Kegiatan mencakup tiga tingkat; Kelas Dasar, Kelas menengah dan Kuliah. Jenjang kenaikan kelas tidak didasarkan periodisasi waktu melainkan lebih didasarkan pada kemampuan dan minat anak.
a). Kelas Dasar mencakup materi keterampilan Baca, Tulis, Hitung dan Bicara
b). Kelas Menengah mencakup materi Bahasa Indonesia, Inggris, Matematika, Fisika dan Musik
c). Kuliah mencakup materi Sejarah, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Seni Rupa, Seni Musik dan Teater
3. Audio Visual
Program tersebut relatif baru. Tujuannya utamanya mengupayakan pengembangan dokumentasi anak dalam bentuk audio-visual. Mengupayakan agar anak tidak gagap teknologi,sesuai dangan perkembangan dunia sa’at ini.
4. Apresiasi Seni – Budaya
a). Pertunjukan dan Workshop kelompok kesenian (anak).Bertujuan mengasah kreativitas anak dalam berkesenian dan wawasan berkesenian.
b. Diskusi dan Pemutaran film.Bertujuan menambah wawasan bagi anak-anak.
Selengkapnya...
SUSUNAN PENGURUS KOMUNITAS BACA ANAK KAMPUNG
LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT
KOMUNITAS BACA ANAK KAMPUNG
Dewan Penasehat : Drs Ahmad Mudakkir
: Drs,H Sulaikan.
: Joko Buwono
: Supandi
Direktur : Misbahuddin
Sekretaris : Muhammad Zainal Arifin S.Ag
Nurus Shofa, SE
Bendahara : Muhammad Irkhammuddin
Devisi Anak : M.Akmalul Ubaid
: Mufidatul Khoiriah Spd
: Uchti Lutfaidah S.ip
: Luky Yanti Maruza
: Adila Mujtahida
: Subhan Ananta
Devisi Desa : Abd Wahab
: Heri S
: Muhammad Ikhwan Spd
: Ahmad Taufikurrohman SH
Selengkapnya...
KOMUNITAS BACA ANAK KAMPUNG

KOMUNITAS BACA ANAK KAMPUNG ( K – BAK ) adalah sebuah wahana pendidikan untuk anak-anak kampung yang dipinggirkan oleh suasana perkotaan Jombang. Perkembangan wilayah tengah kota yang mengarah kesebelah selatan, timur dan utara justru semakin tidak mampu menyediakan wahana bermain untuk anak khususnya yang tidak beruntung dengan kondisi orangtua tidak berkecukupan. Pengembangan kota yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah hanya berambisi untuk penyelenggaraan wahana permainan dengan padat modal. Tumbuhnya mall dan mini market dimana-mana menjadikan komunitas anak untuk memotivasi kreatifitas anak jadi sangat sempit ruang geraknya. Baik individu maupun anggota masyarakat yang tergabung dalam lingkar sahabat anak nampaknya bukan lagi jawaban bagi perkembangan mode kreatifitas anak
Kata dipinggirkan, dipakai untuk menunjuk pada kondisi akibat dari tatanan masyarakat yang tidak adil untuk tumbuh kembangnya pola kreatifitas anak. Ketidakadilan yang harus dialami anak-anak nampak dalam berbagai bentuk tindakan pelanggaran hak-hak anak yang paling dasar mencakup hak kelangsungan hidup, hak untuk berkembang, hak memperoleh perlindungan dan hak untuk berpartisipasi. Dalam keseharian akibat praktek ketidakadilan tersebut nampak pada kondisi anak-anak yang hidup tanpa jaminan rasa aman dan nyaman, fasilitas yang minim dan kurang layak. Ditambah dengan kondisi keuangan keluarga sangat tidak memungkinkan untuk memfasilitasi anak dalam wahana rekreatif, maka anak cenderung mencari-cari keasyikan sendiri biasanya menyesuaikan keadaan. Keadaan perkoataan yang jenuh, mahal dan tidak memberi kesempatan bagi menjadikan anak yang berani berbuat nekat dan yang pasif cenderung diam kadang rendah diri (minder).
Sebagian besar dari mereka sudah harus menanggung sendiri biaya hidupnya dengan bekerja, entah jualan, sebagai kuli, buruh, membantu ngarit atau lainnya. Bahkan sebagian besar dari mereka sudah harus menjadi penyangga ekonomi keluarga. Beban yang sudah berat tersebut masih bertambah berat lagi ketika anak-anak tersebut harus berhadapan dengan sikap sinis, pandangan negatif masyarakat dan perlakuan aparat ketertiban yang tidak bersahabat juga oleh kawan-kawanya yang beredar disekitar pusat kota. Kondisi ekonomi yang semakin mencekik keluarga kaum miskin kota yang berada dikampung-kampung dan gang-gang perkotaan, penting untuk didampingi sehingga dalam memandang kondisi fakta yang dialami tidak menjadikan sebagai generasi frustasi yang akan menyumbang kerusakan orientasi masa depannya.
Upaya yang sedang dirancang adalah membangun sanggar anak sebagai tempat memotivasi kreatifitas dan apresiasi menghadapi kenyataan hidup dengan suasana senang . Sebelumnya kegiatan bersama anak-anak kampung dilakukan dengan membangun model kelompok belajar di komunitas-komunitas basis anak di beberapa tempat. Karena tingkat perkembangan anak menuntut media yang lebih relevan maka kemudian, pada tahun 2008, didirikan sanggar sebagai salah satu medium untuk belajar dan bermain. Setelah berproses dengan segala pasang surut dan keluar masuknya anak-anak dengan dinamikanya, maka KOMUNITAS BACA ANAK KAMPUNG ( K- BAK ) dinilai oleh beberapa orangtua dari anak-anak layak untuk bersama-sama dikembangkan sebagai sarana pendidikan untuk anak-anak kampung.
Selengkapnya...
Senin, 27 Juli 2009
VISI MISI
- Menumbuhkan kesadaran dan kswadayaan bersama masyarakat Grass roots, guna meningkatkan kehidupan yang bermartabat
- Menumbuhkan kesadaran kritis ditengah masyarakat "Grass roots" mengenai dan penderitaan dan ketertindasan melalui pendidikan alternatif.
- Menumbuhkan kesadaran masyarakat "grass roots" melalui bakat-bakat moral dan intelektual yang secara fitrah telah mereka miliki, melalui pelatihan-pelatihan.
